‘Pertarungan Cicak vs Buaya’ Semakin Panas
Ditulis oleh luminous25 di/pada September 11, 2009
Jakarta – Konflik antara Polri dan KPK, yang menjadi isu hangat di masyarakat sebagai drama ’Cicak vs Buaya’ kembali memanas. Kedua lembaga penegak hukum itu saling membongkar keterlibatan oknum pejabat mereka dalam kasus-kasus penyalahgunaan kewenangan dan jabatan.
Hari ini, Polisi memeriksa tiga orang Komisi Pemberantasan Korupsi. Termasuk diantaranya Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Khaidir Ramli. Mereka diperiksa terkait dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Wakil Ketua Bidang Penindakan, Chandra M Hamzah.
“Saya dimintai keterangan oleh penyidik sesuai dengan surat panggilan disebutkan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan CMH (Chandra M Hamzah),” kata Kepala Biro Hukum KPK, Khaidir Ramli, usai diperiksa di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/09) siang.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto mengungkapkan saat ini polisi membidik KPK dalam dua kasus. Yakni dugaan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang.
Kasus dugaan pemerasan ini mencuat dari testimoni Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar. Dalam testimoninya, Antasari mengaku telah bertemu dengan Anggoro di Singapura. Dalam pertemuan itu, Anggoro mengaku telah dimintai sejumlah uang oleh oknum KPK. Anggoro menyebutkan nama pimpinan, direktur, penyidik, dan sopir KPK ikut menikmati uang itu.
Terkait kasus ini, polisi sudah menjerat satu tersangka, yakni Ari Muladi. Ari dijerat tiga pasal yaitu pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat, pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.
Suap itu dilakukan karena Anggoro diduga terlibat dengan kasus Sistem Komunikasi Radio Terpadu yang saat ini tengah diusut KPK. Anggoro yang berstatus buronan itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Sedangkan kasus dugaan penyalahgunaan wewenang itu terkait dengan pemberian cekal kepada Anggoro. KPK pada 2008 mencekal Anggoro terkait kasus dugaan suap proyek Pelabuhan Tanjung Api-Api dengan tersangka anggota dewan Yusuf Erwin Faishal.
Sementara itu seorang pejabat Polri, Komjen Pol Susno Duaji malah dibidik oleh KPK diduga terlibat dalam kasus Bank Century.
Sebelumnya, KPK mengatakan akan mengkaji keterlibatan Susno Duaji dalam kasus Bank Century.
“Kita akan kaji sindikasi apakah SD ini terlibat,” ujar Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bibit Samad Riyanto di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/9).
Sejak sebulan yang lalu nama SD (diduga Susno Duaji) dikait-kaitakan dengan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duaji. Namun Susno membantahnya dan dia hanya mengatakan bahwa ponselnya disadap. Susno tahu dirinya disadap karena Polri memiliki alat canggih untuk mendeteksi penyadapan. Sayangnya Susno tidak mau menyebut institusi mana yang menyadapnya. Susno hanya menyebut ‘cicak kok berani melawan buaya’.(adi/waa)
Sumber : erabaru.net
Ayo taruhan tebak kira-kira siapa yang menang antara Cicak vs Buaya…?
Baca juga :
- Ternyata Istilah Cicak vs Buaya Produk Dari Oknum Polisi
- Demonstrasi Besar Tolak SBY Penuhi Senayan
- Wah Parah! Dalam 6 Bulan 5400 Diperkosa
- [Foto] Beginilah ‘Polisi Tidur’ Masa Depan Yang Ramah
- [Foto] Memperbaiki Mobil Secara Instan
- [Video] Kapal Pesiar Terbesar di Dunia
- [Foto] Oculus, Kapal Pesiar Pribadi Yang Unik Dan Mewah
- [Video] Kapal Pesiar Berjuang Ditengah Badai Setinggi 10 Meter






















har berkata
Yang jadi pertanyaan kemudian:
“Banyak sapu dibikin; tapi yang mana sapu yang betul-betul bersih?”
luminous25 berkata
Susah jg mo nyari sapu bersih ya..? soalnya sapu abis dipake kadang gak debersihin,… yg penting yg mau disapu dah bersih, gak taunya sapunya jd ikutan kotor deh
bakas lanang berkata
kalo buaya itu nyapunya pake ekor ya…nah cicak pake apa..ekornya lepas kalo dikibaskan..
luminous25 berkata
Mungkin cicaknya punya temen buaya… yang ekornya bs nyapu juga,……
ipoi berkata
ya mana kenyang buaya makan cicak kecil kali, lagi pula cicaknya di atap mana sampai ah
yah ngak usah dipikirin, ikut pusing aja
Yep berkata
Aku pertamaxxxxxxx
Yep berkata
Bingung jadinya ya ?
Arogansi kekuasaan
luminous25 berkata
Tapi hebat Cicaknya ya yep..? gak ada takutnya sama Buaya..?
anti_korupsi berkata
mulute cicak kecil, ngemploke yo kecil
mulute buaya gede, yen ngemplok mesti gedhe juga
artine…
kalo cicak korupe cilik
trus buaya korupe …. ngerti dewe lah..
WUAKAKAK…
catur budi bahskara berkata
cicak kecil mulut kecilg blm tentu makannya dikit, tp kl yg dimakan cek ato giro bisa juga buat beli TAMAN SAFARI ……. he he he disana banyak juga kudanilnya
KangBoed berkata
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuuuullllllllll
luminous25 berkata
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk KangBoed…
Iklan Gratis berkata
Sebuah preseden buruk dalam dunia penegakan hukum di Indonesia sudah dimulai, rakyat jadi penontonnya. kalau sampai dibiarkan berlarut-larut, maka citra KPK maupun polisi akan menurun di hadapan masyarakat.
Sudah selayaknya sebagai dua institusi yang mempunyai tujuan mulia dalam menegakan hukum, mencoba saling melengkapi.
Mudah-mudahan semuanya cepat terungkap, masalah ini semoga tidak dimanfaatkan oleh pihak ketiga yang hanya ingin memanfaatkan situasi.
Mengembalikan Jati Diri Bangsa
SQ berkata
hmm..memang yang terbaik, cinta damai. namun kadang2, melongok aksi2 mereka asyik juga. hehehe.. bayangkan, saat dua lembaga penegak hukum yang begitu super di negara ini, justru saling efek dan tekel memanas. rakyat jadi penonton, seperti dua anak kecil yang sedang berantem dengan masing2 pedangnya..tiba-tiba ada yang bilang, yang lebih pintar mengalah..sayangnya, tidak ada yang mau mengalah.
Info tambahan: belakangan Kapolri B.H Danuri menyatakan siap jika KPK memeriksa petinggi Polri. Ia juga meminta pemberitaan seputar inisial (SN) dinetralisir dan jangan terlalu di blow up. Tanda kecerdasan? mudah2n amien
luminous25 berkata
Jangan2 si Cicak sama Buaya lagi maen sinetron yaa..? biar yg nonton jd seru gitu…
dedenia72 berkata
wah yang ini sikap yang saya tunggu-tunggu..walaupun yang korup orang KPK tapi polisi tetap memprosesnya..
maju terus kepolisian Indonesia..
salam rimba raya lestari…
bakas lanang berkata
tidak yg pantas untk dibangakan…
bakas lanang berkata
kalau beberapa waktu lalu lembaga POLRI berhaya seperti MILITER, bahkan melebihi tentara profesional. sejak setengah disapih dari lingkungan militer, para anggota polisi mulai muncul sifat sejatinya sebagai preman yang menggambarkan dirinya seperti buaya. ini baru setengah disapih,bagaimana jadinya nanti kalo benar-2 jadi lembaga sipil dibawah depdagri maka polisi kita akan jadi preman seperti centeng-2nya kompeni jaman VOC dulu (kaya pernah ngalami aja..heheee,)….gak usah marah pak kalo telpnya disadab kalo memang bersih…jangan berlindung dibalik delik-2 hukum yg bapak kangkangi sendiri….sory ya..
yos berkata
Mau para ptinggi KPK terbukti bersalah atau tidak, yg pasti KPK jgn sampai dibubarkan,,, disamping berita2 buruk yg menimpa para pejabat KPK belakngan ini, kita juga harus ingat prestasi2 gemilng KPK yg telah dicapai… KPK kami semua dibelkangmu…
Lift Jatuh dari Lantai 20, Lima Tewas « LUMiNOUS Blog berkata
[...] ‘Pertarungan Cicak vs Buaya’ Semakin Panas [...]
mbolot berkata
ha ha ha..lucu juga yah namanya ayam masih makan jagung sama beras manusia masih mau makan uang kecuali ayam sudah ga mau makan jagung ama beras tapi maunya makan batu manusia pasti ga mau makan uang ha ha ha I love you full pa buaya yah sekarang ini manusia munafik semuanya ga ada yang jelas I love you full too pa cicak api ada pesan dari saya jangan coba coba lawan buaya ha ha haaaaaa haaaaaaaaaaaaaaaaaaaa haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahaaaaaaaaaaaa haaaaaaaaaaaa
luminous25 berkata
Tau tuh si cicak nekat aja ya… haa..haa..haaaa…
Thx sdh mampir..
septrianda berkata
Gak prnah saya mndengar CICAK BSA MNANG MLAWAN BUAYA………?
gegege berkata
y wajar lo polri miiliter wong dr dulu sama2 angkatan bersenjata republik indonesia..
mang harusnya polisi berdiri sendiri coba pikir baik2 pasti ada alasanya..
yg penting semua akur antar anstitusi sesuai tugas dn tanggung jawab masing2…….
MAJU TERUS KEPOLISIAN INDONESIA….!!!!!!!!!!
om jojo berkata
cicak vs buaya, mestinya si cicak dan si buaya… sama2 mengibaskan buntutnya…untuk melenyapkan koruptor dan bandit di negri tercinta, bukannya malah saling menghancurkan….
DASMAN berkata
KASUS BANG CENTURY SEPERTINYA BAGAIKAN HIDANGAN YANG MENGGIURKAN BAGI SEBAGIAN BUAYA YANG NOTA BENE PUNYA PERILAKU BUAS DAN RAKUS, MAKANYA BEGITU ADA CICAK YANG COBA – COBA IKUT NIMBRUNG MESKI HANYA MENGHIRUP BAUNYA, MAKANYA SI BUASA LANGSUNG MENAK – MENCAK….GAK TAHU KENAPA…!!
alfin agusman berkata
bagus selamat kepada kedua penegak hukum saling bongkar masalah korupsi biar saling menjaga supaya tidak terjadi korupsi, maju terus pak Sd biar KPK punya kewenangan lebih dan anggaran yang besar jangan takut
Qonita berkata
Sesuatu yg kotor tidak dapat membersihkan.
.
Ya, smg dg kejadian ini membuat sapu2 tsb menjadi sapu baru agar dapat benar2 mjd pembersih, menumpas semua yg kotor terutama kotoran besar yg di atas meja
2 institusi yg sama2 mempunyai tugas mulia, rakyat membutuhkan kalian.
Setelah bnr2 bersih (tanpa ditutupi), kayaknya baik kl diantara keduany ada kerjasama,..
eno berkata
ah kayak gak tahu polisi aja – dijalanan juga banyak buaya. bandar2 judi, narkoba mereka banyak dibekingi para buaya, ahhhh kaya lo kagak tau aja ih di mana-mana ada -hi hi hi soalnya saudara gue juga polisi….sssst jangan keras-keras
basuki wibowo berkata
horeeee tepuk kaki, kita masy hanya bisa nonton dan ngedumel dalam hati, tapi yg penting polisi dan kpk harus mampu menempatkan diri sesuai tupoksinya, dan jangan seperti institusi GOSIP terutama yg sudah menamakan dirinya BuAya, BukTikan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
adhimastra berkata
besok-besok, cicak kena radiasi shg bs jadi kelihatan kayak buaya jg. Lalu ceritapun jadi berubah: BUAYA vs buaya
anti_korupsi berkata
mulute cicak kecil, ngemploke yo kecil
mulute buaya gede, yen ngemplok mesti gedhe juga
artine…
kalo cicak korupe cilik
trus buaya korupe …. ngerti dewe lah..
WES ORA ONO SING ISO DIPERCOYO KABEH,..
AYO RAME-RAME NGEDAN WAE BEN KEDUMAN… WUAKAKAKAKAKAK…
cipluk berkata
haha…Cicakmen vs Buayamen..seruuu..!! ga tau kadalmen mo ikut2an ga…
xbal berkata
aq sih dukung cicak bubarin aj tu polisi.sering malakin uang orang di jalanan.
Agus berkata
Jadinya bagaimana nih pertarungan antara cicak vs buaya?
wayan berkata
hukum tetap harus dijalankan, kpk jangan menyerah
erwin sugianto berkata
semua itu terjadi karena setiap orang tidak pernah mensukuri kenikmatan yang telah di berikan, coba semua ber ucap alhamdulilah tuhan tekah memberikan yang terbaik untuk kita semua, amin. tong ngalajur nafsu teaing toh akhirnya maut akan menjemput itu adalah pasti, itu mungkin bagi dan untukku yang di sebut orang kecil. jimatku terima kasih tuhan aku telah di beerikan kesehatan anak yang baik istri yang cantik di berikan pekerjaan, aku bersukur atas rahmat yang telah engkau berikan padaku,itulah jimatku SELALU BERSUKUR PADANYA KARENA TUHAN TELAH MEMBERIKAN YANG TERBAIK HIDUP SELALU SYUKUR PASTI KITA AKAN SELALU BAHAGIA jadi kuncinya adalah SYUKUR NIKMAT. UNTUK SEMUA BOSS, MENIKMATI PEKERJAAN KITA PROFESI KITA ALHAMDULILAH TUHAN AKU TELAH JADI PEJABAT POLISI ALHAMDULILAH AKU TELAH JADI PEJABAT KPK, ITU SEMUA ADALAH SALAH SATU CONTOH MENIKMATI DAN MENSYUKURI HIDUP, SORI BOSSSS CERAMAH SEDIKIT NIH, HE HE HE HE
Acid berkata
wahh..emang kasus ini harus diselesaikan dengan tuntas….biar indonesia menjadi negara yang BERSIH dari KORUPSI !
dhe berkata
PISSS MAN….
“HARUS DUKUNG CICAK MA BUAYAX…. BUAT BERANTAS KORUPTOR….”
N JANGAN DIADU CICAK MA BUAYAX….
NTAR MLAH KORUPTORX YG SENENG2X….
se.X lgi… PISSS MAN….
arry berkata
KPK DIDADAKU KPK KEBANGGAANKU KUYAKIN HARI INI PASTI MENANG
arry berkata
Ayo Pak Susilo Bambang Yudhoyono tuntaskan masalah kedua institusi pemerintahan yang sedang bermasalah terima kasih
dputrak berkata
ampuuuuuuuuuun! GK ADA ABISNYA.CICAK KOK LAWAN BUAYA!
jangkrik berkata
buaya [ komisi III,polisi, kejaksaan ] e wis klenger sebentar lagi di amputasi
asepsaiba berkata
Sudah diputuskan untuk melarang penggunaan kata ‘CICAK’ dan ‘BUAYA’…
Baca aja di
http://asepsaiba.wordpress.com/2009/11/08/larangan-semua-hal-yang-berbau-cicak-vs-buaya/
Salam kenal…
dinda berkata
Dari pada repot-repot lebih baik Anggodo,Kejaksaan, Cicak “n” Buaya di sumpah pocong aja. Lha wong penegak hukumnya ja sudah tidak dipercaya lagi.
Weleh…weleh… yang bersalah sama ja makan bangkai saudaranya sendiri. Yek….. Jijik……
aris berkata
cicak VS buaya dah hilang karena ada si komodo lewat,dah di injak-injak dah mampus tau!!!! siapa sikomodo = RAKYAT INDONESIA
lebih baek cicak ama buaya cpetan sadar karena dah sama-sama boongin rakyat ingat masih banyak persoalan yang belum terjamah sama sekali yaitu banyak rakyat kita masih hidup menderita,generasi penerus ngk bisa sekolah,rakyat miskin semakin banyak!!!! cicak buaya biar Tuhan YME lah yang menghukum biar kena azabnya INDONESIA BERSATU ” zela 12 “
Mirna Jay berkata
EGGY SUJANA cs vs. AHMAD RIFAI cs
Aku setuju kali dengan opini kisskiss cs.
Kali ini aku ingin kritisi argumen Eggy, yang sering diburk-burukkan sebagai pengacara hitam, versus Ahmad cs. Aku lihat Eggy orang logis dan hebat. Di TV bang ONE pagi ini Eggy tetap memperlihatkan hal itu, Eggy cerdas kali dengan berkata bahwa proses hukum atas Bibit Chandra, atau menurut saya terhadap siapapun yang sudah ada bukti-bukti awal sangkaan tindak pidana musti dilanjutkan. Negara ini negara hukum, Bung! Bukan negara opini dan perasaan yang menggampangkan alasan situasi darurat! Sebab siapapun sama di hadapan Hukum, ya nggak? Proses paling benar dan adil haruslah melalui pengadilan.
Ahmad Rifai dan Amir Syamsudin dari Tim 8 merekomendasi proses itu dihentikan jelas salah besar apapun alasannya. Amir melihat kondisi saat ini darurat, itu bohong besar, tak pantas pengacara ternama bicara macam itu; Tim 8 terjebak terperangkap total diperalat SBY, yang mengikuti pola-pola cari aman gaya Suharto! Ini kesalahan besar pendekar-pendekar pengacara/pembela gaek seperti Buyung dan juga Todung ML. Tim 8 harusnya sadar bahwa mereka diperalat oleh SBY dan mundur demi rakyat dan kita mahasiswa. Amir maupun Tim 8 telah mendefinisikan keadaan darudat seenak udelnya. Tidak ada hal apapun saat ini apalagi mengatas namakan keresahan masyarakat dijadikan alasan keadaan darurat. Ini negara hukum! Bayang-bayang keresahan masyarakat kalaupun kelihatan dan ada tidak boleh membatalkan proses hukum, disni polisi dan jaksa ditantang untuk mampu membuktikan. Karena kalau tidak maka justru rakyat dan kita mahasiswa akan mengamuk tidak terkendali. Proses peradilan jalan terus, dan kasus baiout ilegal Bank Century juga harus dijalankan! Kita anggap argumen Eggy jitu dan benar 1000 persen bahwa semua harus diproses dalam pengadilan. Bukti-bukti awal cukup menyeret Bibit Chandra. Mereka hanya mengelak begitu ketahuan, sama seperti Antasari, yang dijebak dan terjebak. Setiap pejabat KPK harusnya waspada, sebab mereka mendapat gaji tinggi dan akses besar dan fasilitas cukup. Mereka manusia biasa yang bodoh menjebakkan diri. Seperti Antasari, Bibit Chandra pun terlena dan lalai, terjebak dalam iming-iming suap. Sikap lalai berat menyangkut kepentingan negara/publik ada proses hukumnya. Semua proses harus berjalan cepat dan jangan sampai memberi kesempatan kepada SBY menjabat 5 tahun lagi tanpa membangun negara seperti maraknya pembangunan era Suharto; Suharto jelas, SBY tidak jelas! Proses hukum Bibit Chandra dan Antasari jalan terus, dan harus bisa menjebloskan mereka dalam bui, begitu pula proses Bank Century harus jalan terus untuk menjebloskan Budiono ke Cipinang. Kita harus sadar itulah sebabnya Budiono diberi kursi empuk sebagai wapresnya SBY, ada apa? Banyak yang melihat sebagian dana talangan Bank Century untuk membiayai kampanye SBY, karena waktu itu tim SBY ketakutan dikroyok Mega, Prabowo dan Wiranto, maka Budiono dijanjikan jabatan wapres.
Proses hukum di pengadilan ini harus jalan terus. Semua akan ketahuan nanti siapa salah siapa benar. Kalau di Caina, mereka langsung ditembak mati. Kalau SBY berani menempuh jalan itu maka negeri rakyat dengan 1001 derita ini akan berhenti, dan majulah Indonesia. Tapi kali ini negeri ini lagi lagi mendapat pemimpin negara yang palsu. Semua musti kita hentikan sekarang juga, kita musti jalankan People Power, dengan berbagai siasat dan cara, jangan patah arang, kawan, kita selalu solid dan bersama, kita ambil keputusan bila Tim 8 hanya sekadar alat SBY dan SBY tetap tidak jelas! Tak ada kekuasaan sekalipun di dunia ini yang seenaknya dan boleh mengentikan proses hukum. Ini negara hukum, kawan! Segala hal penyalahgunaan negara hukum harus berhenti. Eggy benar, ujung permasalahan negara kita kali ini adalah Presiden SBY itu sendiri yang tidak mennjukkan ketegasan. Kita semakin paham SBY selalu berbohong dan penuh kepura puraan. Tiap hari, tiap jam, tiap detik, dengan lidahnya yang tak bertulang! 5 tahun berlalu tanpa prestasi siginfikan, dan 10 tahun pada 2014 akan lewat tanpa pembangunan signifikan. Suhato berakhir dengan pembangunan pembangunan masif dan luar biasa, kami akui, masih lebih baik daripada SBY yang seperti kentuty dan kurang ajar kepada rakyat dan kita semua. SBY pandai berbohong dengan permainan kata kata dan mengelabuhi kita mahasiswa dan seluruh rakyat negeri ini, sehingga kita tidak mendapat apa-apa yang berarti. Hanya si kaya yang menikmati, si miskin mati. Tidak seperti Malaysia dan negara-negara lain di Asia ini yang justru merdeka lebih belakang, Indonesia sengaja tidak dibagun fasilitas fasilitas ramah publik seperti jaringan KRL dan monorail yang banyak, yang handal, aman dan nyaman dan murah, sementara di negeri dengan rezim biadab ini, listrik dengan alasan macam macam selalu dipadamkan bergilir terus-menerus, Uli benar kok. Kami tambahkan, juga GDP disini tidak meningkat dengan nyata kecuali statistik bohong, ini selalu dibesar besarkan SBY dan menteri ekonominya semakin menunjukkan kebohonga mereka untuk mebohongi media nasional dan internasional, dan tidak ada matauang bernilai. Rupiah tetap di kisaran di atas Rp8000 per satu dolar, ini sesungguhnya sudah kiamat, tidak bisa rezim ini disebut pemerintah atau negara ini disebut negara kecuali kampung besar yang dikuasai boneka mafia pemeras hasil bumi rakyat/negara pemilik sah, rupiah tak ada nilai sama sekali. Rakyat terpaksa mengeluarkan banyak rupiah itupun kalau mereka ada rupiah cukup). Hal kecil saja, SBY membiarkan pimpro pimpro tidak menyediakan fasilitas fasilitas publik pokok seperti WC WC umum yang harusnya gratis (lazim di semua negara manapun) yang bersih tanpa dipungut bayaran, dan rupanya inilah negaranya di bawah rezim SBY yang tidak jelas, negara yang membiarkan abadinya permakelaran, markus-markus, dan yang lain banyak lagi. Maka PROSES HUKUM TERMASUK KASUS TERPENTING BAILOUT ILEGAL BANK CENTURY HARUS JALAN TERUS. HAJAR BUDIONO YANG SOK SUCI TAPI BAJINGAN! KALAU TIDAK, KITA LAKSANAKAN PEOPLE POWER, MENGUGAT DAN MENJATUHKAN SBY YANG TIDAK BECUS DAN TIDAK JELAS.
Ferdinand berkata
S’lam Knal…
Ky’a Lgy SeRu Nie….
Emank PaRAh NgaRa Qta Ini…
Stiap BuLan ada aja Kasus Korupsi’y…
Smoga Cpet Terungkap Tuch Kasus “Buaya VS Cicak”
muhadi berkata
Emang kasihan ! Buaya kok kebakaran jenggot, klo demi hukum mengalah adlah jalan terbaik. Hidup keadilan indonesia
mashar berkata
Ada hal yang amat lucu.Kalau ada anggauta yang salah disebut,,oknum,,.Kalau anggautanya berjasa gak pernah disebut oknum.Sedang sekarang ada oknum yang bersalah malah dibela mati2an.Gimana nih ?Jadi berapa biji anggauta yang tidak termasuk oknum?Lalu yang dijalan-jalan narikin uang haram itu apa? Pusing saya mikirin oknummmmm.Lalu apa gunanya sumpah setia,sumpah mati,sumpah pemuda,sumpah serapah,sumpah pocong………..